Total Ada 381 Titik Penyekatan Mudik Lebaran 2021 Tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatera

Titik penyekatan Mudik Lebaran 2021 semula berjumlah 333, kini ditambah menjadi 381 titik penyekatan. Ini merupakan langkah komprehensif yang diambil Polri terkait kebijakan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran COVID 19 selama bulan suci Ramadan Tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Arief Sulistyanto.

Ia mengatakan, Polri telah menambah jumlah titik penyekatan yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatera. "Penyekatan di titik yang sudah ditentukan di mana semula ada 333 titik penyekatan ditingkatkan lagi menjadi 381 titik penyekatan mulai dari Sumatera Selatan sampai ke Bali," ujarnya, Rabu (05/05/2021), dikutip dari setkab.go.id. Arief memastikan, Polri akan melakukan penegakan hukum kepada mereka yang masih nekat mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

"Untuk mendukung ini, kita Kepolisian sudah mengambil langkah langkah yang sangat komprehensif, mulai dari langkah yang bersifat preemtif, preventif, sampai penegakan hukum yang tegas, tetapi tetap humanis," ujarnya. Arief menjelaskan, langkah preemtif dilakukan untuk mengubah sudut pandang masyarakat terkait larangan mudik ini. Terlebih mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak dulu.

Situasi saat ini, mudik Lebaran untuk bersilaturahmi secara langsung tidak mungkin dilakukan. Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Inilah yang disampaikan kepada masyarakat oleh seluruh jajaran Polri di kewilayahan.

"Alasan alasan inilah yang kita berikan kepada masyarakat, sehingga mereka akan paham. Ini semata mata dilarang tidak boleh pulang saja. Tapi ada kepentingan yang lebih besar," ujar Arief. Sedangkan untuk langkah preventif, imbuhnya, Polri bersama instansi terkait menyosialisasikan terkait penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Di era kebiasaan baru ini, masyarakat tidak bisa seperti di hari hari biasa.

Penerapan protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. "Terakhir adalah melakukan penegakan hukum, namun tetap humanis," imbuh Arief. Menurut Kabarhakam Polri, ada tiga tahap yang dilakukan Polri terkait larangan mudik di antaranya, pramudik melalui operasi kewilayahan, ketiadaan mudik (penyekatan di titik titik yang sudah ditentukan) dan pascamudik (meningkatkan kegiatan antisipasi arus balik).

Dikutip dari polri.go.id, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan merinci 381 titik penyekatan. Titik penyekatan tersebar di jalan arteri sepanjang Palembang hingga Bali. Penambahan titik penyekatan khususnya menyasar jalur alternatif.

"Evaluasi jalur alternatif ditambah lagi. Supaya rapat," kata dia, Rabu (5/5/2021). Secara terperinci, 381 lokasi penyekatan arus lalu lintas yang disiapkan Korlantas yaitu, 10 titik di wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Kemudian sembilan titik di wilayah Kepolisian Daerah Lampung.

16 titik di wilayah Kepolisian Daerah Banten. 14 titik di wilayah Kepolisian Daerah Metro Jaya. Selanjutnya 158 titik di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Barat.

85 titik di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan 74 titik di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Timur. 10 titik di wilayah Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, dan 5 titik di wilayah Kepolisian Daerah Bali. Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 pada 6 17 Mei 2021.

Peraturan itu ditetapkan pemerintah lewat Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid 19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.